Perang lagi perang lagi

Iseng-iseng nimbrung soal perang di Israel dan Palestina. Sebenernya sih males posting hal-hal yang seperti ini. Cuma karena setiap blogwalking kok nemunya Israel dan Palestina, akhirnya jadi pengen juga mengeluarkan pendapat tentang perang ini.

DI berita-berita di TV semuanya membahas tentang kekejaman Israel yang menyerang rakyat sipil Palestina. Yup, betul sekali. Israel memang kejam. Rakyat Palestina juga kasihan sekali karena banyak yang meninggal dunia.

Saya ini tidak begitu tahu tentang Israel dan Palestina, tapi kalau dilihat dari rentetan kejadian perang, Israel dan Palestina nampaknya memang dari dulu sudah bersitegang. Berdasarkan detiknews, ternyata yang menyerang pertama setelah gencatan senjata adalah Hamas (Hamas ini semacam partai atau apa? seperti GAM di Indonesia? ). Saya juga sempet ngobrol-ngobrol tentang perang ini dengan si giri.

24 Desember, kelompok bersenjata Palestina meluncurkan roket ke Israel. Dan menurut teman saya giri, Hamas membangun pos-pos penyerangan di kawasan tempat tinggal warga sipil. Israel yang merasa punya teknologi handal ya balik menyerang. Israel mana peduli itu tempat warga sipil atau engga, pokoknya Israel taunya itulah pos-pos Kelompok Hamas ini.  Israel langsung aja melancarkan serangan-searangan seolah berkata “Hebat kan seranganku” Big Grin. Kronologis lengkapnya bisa dilihat di situs detik.

Sekarang setelah perang terjadi, warga sipil yang hanya ingin hidup tenang menjadi korbannya.  Kasihan memang warga Palestina. Dan banyak orang Indonesia yang bersimpati dengan Palestina, dan mengutuk Israel. Bah, disini saya mulai bingung. Warga palestina telah dijadikan alat politik oleh kelompok Hamas. Kenapa tidak mengutuk Hamas juga? Kalau masalah perebutan wilayah kenapa Hamas tidak pakai cara yang lebih intelektual seperti lewat PBB gitu.

Kenapa tidak mengutuk Hamas juga? Setelah browsing-browsing … hasilnya ada yang bilang karena solidaritas sesama muslim, karena Hamas sebenarnya niatnya baik, karena ini dan karena itu. Hmm, kalau karena solidaritas okelah, bagus itu. Tapi solidaritasnya kenapa tidak juga solider sesama rakyat Indonesia sendiri. Masih banyak rakyat Indonesia yang membutuhkan pertolongan yang bisa langsung diberi bantuan daripada menyumbang untuk Palestina melalui media yang tidak tahu akan diapakan duit itu. Kalau misalnya di Papua terjadi gempa, akankah ada acara sumbang menyumbang? Di papua itu bukan mayoritas muslim lho.

Kasihan terhadap warga Palestina .. ya semua juga merasa kasihan. Bahkan kalau didramakan, bisa saja tentara Israel menyerang Palestina sambil menangis karena sebenarnya tidak tega, tapi apa daya karena perintah dari atasan harus dilaksanakan jadinya terpaksa deh … (kalau didramakan nih).

Intinya, hentikan mencari siapa yang salah. Israel salah, atau Hamas yang salah? Lebih baik fokus, ke rakyat sipil Palestinanya. Mereka kan cuma mau hidup damai saja. Gak ada urusan dengan yang suka perang. Yang mau perang silahkan perang, jangan melibatkan yang ingin hidup damai.

No related posts.

20 Responses to “Perang lagi perang lagi”

  1. tyas says:

    sedih n prihatin liat berita2 di TV.. semoga semua ini segera berakhir..
    perang hanya menghasilkan kerusakan dimana2..

  2. takupol says:

    “..cara yg lebih intelektual seperti lewat PBB..” mas? emang PBB bisa apa? tiap mau ada resolusi ttg Israel lgsg di veto ama US.

  3. bocah says:

    saya hanya berharap perang segera berakhir aja :)

    yup, semoga segera berakhir

  4. suamimalas says:

    maaf tapi alasan di atas saya pikir kurang tepat…karena problem dasarnya bukan soal teror Hamas atau keonaran Israel. Tapi masalahnya jauh lebih mendasar.

    Israel menganggap seluruh tanah dari jalur Gaza hingga Tepi barat adalah sebuah tanah yang dijanjikan oleh Tuhan untuk kaum Yahudi. Karena ada di dalam kitab Taurat. Itulah kenapa Israel meskipun tanah itu dulu sah milik bangsa Palestina, tapi tetap ngotot ingin memiliki seluruh tanah yang membentang dari jalur Gaza ke tepi barat.

    Karena itu dulu keluar resolusi PBB pada tahun 1947 yang memisahkan tanah Yahudi dan tanah Arab. Inilah pangkal Palestina terusir dari tanahnya. (Dan sekarang Palestina disuruh berunding dengan mereka/PBB yang dulu menge-sahkan pendudukan Israel???)

    Sementara Palestina adalah orang-orang yang berusaha mempertahankan rumah mereka. Tanah Palestina sudah tergerus hampir 90% sejak perang terbuka Israel tahun 1967. Rakyat Palestina terpakasa tergusur dari rumah yang mereka tinggali. Dan di dalam Al-Quran jelas aturannya bahwa orang yang terusir dari tempat tinggalnya berhak untuk Jihad sampai mati!

    Bagaimana dengan Hamas? Hamas adalah sebuah oraganisasi yang berada di tengah-tengah masyarakat. Mereka ini punya sayap yang mengakar di tingkat sekolah, kuliah, RT/RW kalo di Indonesia, pengajian ibu-ibu, Taman pengajian Al-quran (khusus anak-anak), termasuk juga sayap militer. Jadi kalo di Indonesia setingkat Muhammadiyah atau NU (mereka juga punya Banser khan?).

    Makanya Hamas itu bukan berlindung dibalik masyarakat, tapi karena Hamas itu memang bagian dari masyarakat. Kecuali kalo Hamas itu sebuah partai atau gerakan, pasti bisa dibedakan tapi kenyataannya nggak. Coba deh, kalo NU atau muhammadiyah tiba-tiba berontak, apakah pemerintah bisa memisahkan mana yang NU dan mana yang masyarakat Jawa timur? Tidak bisa karena pada dasarnya mereka adalah satu.

    Jadi gimana bisa damai? Apa Israel harus mengembalikan tanah yang sudah direbutnya atas alasan agama dan kitab Taurat. Atau Palestina harus merelakan tanahnya diambil orang lain dan mengabaikan ajaran Al-Quran bahwa kita harus berjihad atas tempat tinggal kita?

    Taurat VS Al-Quran

    TIDAK ADA KATA DAMAI…KEMBALIKAN TANAH PALESTINA!

    Kenapa Bantu Palestina? Okeh, mari kita berpikir rasional. Bangsa Indonesia ituh ada 200 juta jiwa. Jadi senandainya 50 persennya tolol dan ndablek gak mau bantu papua, masih ada 100 juta jiwa lagi. Sementara Jalur GAza itu hanya berpenduduk 1,4 juta jiwa. Satu hulu ledak Nuklir Israel (yang total berjumlah 200 itu) ditembakan rakyat Palestina habis.

    Kedua, Jalur Gaza itu luasnya kurang dari 700 KM2 itu pun yang bisa ditinggali cuma berapa persen. sisanya ladang tandus dan sudah rusak karena gempuran peralatan tempur Israel. Jadi kalo akses mereka diblokade, mereka gak bisa kemana-mana. Pilihannya cuma berlindung disitu-situ doank. Banding kan dengan Indonesia yang sangat luas dan tanahnya subur ini. Kita bisa bangkit dari keterpurukan sendiri, sementara mereka tidak.

    Jangan pernah berpikir ‘mereka disana-kita disini’! Allah menciptakan Dunia tidak untuk dipisah-pisah. Pikiran manusialah yang memisahnya berdasarkan wilayah.

    wah terima kash banyak atas komentarnya pak, sampai rela berkomentar panjang begini

  5. suamimalas says:

    maaf ya mas…harus jadi berpanjang-panjang…maksudnya sih supaya jelas ajah kedudukannya…

    jadinya orang ndak bingung…koq saya gemes bener sama Israel… :D

    hehe, iya, temen-temen saya juga pada gemes ama Israel. Gpp lagi mas, malah seneng saya ada yang komen sampai panjang-panjang

  6. takupol says:

    My friend once told me how to end the conflict. “knp ga diancurin aja semuanya tanpa sisa.. mksdnya ya ga israel, ga palestine..semuanya.. jadi ngga ada lg alasan tuk perang?” gw smpt mikirin tu kata2.. kalo yg laen?

    wah, siapa yang mau ngancurin?

  7. komank says:

    wah keren juga komentar2nya, saya juga ingin sedikit berkomentar (byar yang punya blog seneng juga) :P .
    klo mendengar pendapat Mr “suamimalas” emang ada sedikit masuk akal dimana dibilang
    “Makanya Hamas itu bukan berlindung dibalik masyarakat, tapi karena Hamas itu memang bagian dari masyarakat. Kecuali kalo Hamas itu sebuah partai atau gerakan, pasti bisa dibedakan tapi kenyataannya nggak.” (saya ambil sampe titik byar ga dibilang sepenggal2)
    nah dari sana saya melihat hamas emang sengaja melancarkan taktik perang menggunakan anak2 dan perempuan sebagai perisai perang (untuk mencari muka internasional) jika mreka para pejuang yang memang niat perang kok ga berani “Face 2 Face” bentuk tentara perang sama tentara juga, byar ga seperti lempar batu sembunyi tangan (hamas sengaja meluncurkan roket dari gedung2 penuh penduduk) dengan harapan israel tidak berani membalas.
    ga usa jauh2 liat aja kasus ditanah air (kenapa mreka yang menganggap diri mreka pejuang melancarkan serangan ke “amerika” dengan bomb2 bunuh diri di tempat2 umum?)
    ini benar apa salah saja tidak banyak pihak berpendapat. klo emang niat perang lawan aja F2F kan jantan. (orang2 sedang makan direstoran, jalan di trotoar tiba2 menerima ajal)
    nah kok para pendemo2 sekarang yang sedang berdemo untuk palestina tidak berdemo saat itu “kasus itu” kan ada juga korban perempuan tak berdosa
    TANYA kenapa?????

  8. suamimalas says:

    nah ini dia…saya pikir kita khan sedang tidak membahas soal pendemo dan segala macemnya…kita sedang coba memahami ‘ada apa dengan perang Israel-Palestina’.

    Saya juga tidak setuju dengan, bom bunuh diri dan segala macemnya. Tapi saya tidak bisa menyalahkan mereka yang di usir dari rumahnya dengan menggunakan senjata (tahun 1947 dan perang 1967 hingga sekarang), kemudian membalas dengan menggunakan senjata pula.

    Sepengetahuan saya (ini sepengetahuan saya yah), kenapa banyak rakyat sipil yang mati…karena sayap militer Hamas itu diserang ketika mereka ada di rumah, jadi bukan ketika berperang. Coba deh kita perhatikan berita, ketika ada korban sipil hampir selalu tidak didahului dengan kontak senjata, tapi hanya serang sepihak dari Israel.

    Makanya ini yang saya maksud ‘mereka itu bagian dari masyarakat’. Ketika mereka pulang ke rumah, tempat tinggalnya itu dituduh dijadikan sebagai basis militer. Padahal yah itu memang rumahnya. Bukan seperti GAM atau OPM papua yang punya basis dan markas persembunyian di hutan. Dan saya kasih juga keterang soal luas Palestina, yang cuma tinggal secuil dan sangat gak mungkin membangun basis militer.

    Sebaliknya, sekarang kenapa Israel rada kebakaran jenggot? karena roketnya Hamas yang baru sudah hampir mencapai gudang penyimpanan Hulu ledak nuklirnya di kota Dimona. Which is di tengah-tengah kota padat penduduk! Jadi Israel justru bersembunyi dibalik penduduknya.

  9. (n+v=m)~ says:

    solidaritas sih boleh bgt…. tapi liat kondisi indonesia juga mas….. bukan hanya gempa d papua aj yg harus d bantu, maih bnyk penduduk indonesia yng msih hidup melarat, plingan klo kita ketemu dengan mereka d jalan g pernah kita ngasih apa2 ke mreka, mreka hny bisa berdo’a smoga hari ini bisa makan…. sudakah saudara2 membantu org miskin yg d indonesia?????? klo sdah, bru kita bantu saudara2 kita yg lg kesusahan d negara lain spt palestina….

    “senandainya 50 persennya tolol dan ndablek gak mau bantu papua, masih ada 100 juta jiwa lagi.”
    klo smua warga indonesia beranggapan bgt mau jadi apa negara indonesia yang tercinta ini mas….?????

  10. A u d e e says:

    :D setuju sekali ama mas suamimalas,
    Kebenaran dan sejarah sudah dikaburkan sama pihak Israel… seolah olah Hamas yang keliru.
    Kalo negara Indonesia diserang dan dijajah negara lain apa hanya dengan berunding saja cukup menyelesaikan masalah? Kalo Hamas menyerang balik, berarti karena itu memang udah kelewatan atau bentuk pembelaan diri.
    Fakta membuktikan, kalau tanah Palestina menciut karena diduduki oleh Israel.
    Anyhow! ini diskusi yang menarik :) semoga kebenaran berbicara…

  11. leopard says:

    sudah sudah jangan berteman :) )

  12. takupol says:

    @TS

    diancurin ma siapa aja yg mau mengakhiri konflik ini

    ane kmrn blogswalking ngasal, nyasar ke blog ( yg kayanya punya israel ) http://samsonblinded.org/news/idf-explains-family-death-in-gaza-2086#comment-2798 , panas juga baca komennya israeli gt. ga tau knp komen ane di appv, tp lumyan la, drpd perang kata ama malingsial, :hammer:

    btt, nanggepin komen om suamimalas, klo setau ane hamas itu bukannya emang partai yh? paling ngga dia punya kursi di legislatif palestina?

    kalo dirunut balik sejarahnya kita juga ga bisa mungkir kalo tanah itu emang ‘punyanya’ israel, sejak Nabi Musa keluar dari Mesir dan ngebawa bani Israil ( cmiiw ). dan mereka pun mencapai kejayaannya.. temple solomon, namun setelah itu dihancurkan oleh romawi, dan israel pun terpencar ke seluruh dunia. hingga sampai perang dunia ke dua. “mendompleng” cerita ttg ‘holocaust’mereka meminta tanah mereka sndr, dan krn perjanjian dgn negara barat, mereka mendapatkannya.( yahudi udah berusaha membeli tanah tersebut sejak kekuasaan disana dipegang Turki ) namun mereka ga puas dan setelah perang ’67 mereka terus memperluas wilayah mereka dari yg telah ditetapkan, ini yg ane ga abis pikir

    cmiiw

    ane juga sbnrnya keberatan ama taktik perangnya hamas.. tp emang sbnrnya mo gmn lg yh? klo face-to-face udah pasti koid, kelengkapan senjata dan ‘kualitas’ tentaranya beda jauh.

    dan lg sbnrnya negara2 arab yg notabene jauh lebih makmur dgn minyak mereka, malah bersikap ‘hedon’ dan menjadi ‘boneka’ US. bargain power mereka sbrnya lebih kuat dibanding kita. misalkan resolusi PBB diveto ama US kan negara2 arab bisa balik mengembargo US. pasar minyak bisa dialihkan ke cina, india, atau yg laennya. ato mereka dgn uang yg berlimpah mengambil alih perusahaan2 zionis.

    terakhir, kalo kita mau merebut dominasi Yahudi, kita seharusnya membangun dari pendidikan.. agar bisa mengambil alih ekonomi dunia dari tangan zionis.

    peace4all

    Hmm, nice info … saya jadi tau sejarahnya

  13. noer says:

    walo perang sdh berakhir tetap az qu benci israel….huh…nyebelin

    Saya juga benci sama yang suka perang, world peace .. :)

  14. takupol says:

    nice artikel juga om.. yg laen juga jadi kepancing nulis komen panjang2, hehehehe :D

    pendapat ane itu mohon dikoreksi klo ada yg salah. itu sejauh yg ane tau aja. kebetulan ane juga tertarik akan sejarah dkk, makanya ane sering baca2, walo emang ga terallu detail. skrg mau nyelesein baca buku ‘sejarah tuhan’-nya karen armstrong :)

  15. afie says:

    komentare menarik2 banget..
    yg jelas perang itu bisnis, jadi akan selalu diadakan oleh mereka2 yg nyari duit dari situ… Nonsense dg perdamaian di atas bumi, kecuali kalo kita diserang alien mungkin baru semua manusia bersatu…

    betul juga .. apa-apa jaman sekarang ini dikomersilkan, termasuk perang …

  16. Sniper says:

    Israel orangnya saking kepinteran jadi blo’on , makanya mereka perang gak pake otak , masa rakyat sipil tak bersenjata di bombardir , emang PALESTINA mau dibikin peyek ape !! . Huh kaum iblis y !

  17. RiNu says:

    lbh baek qta Damai saja…
    mng pa yg d dpt perng2…
    malah bkin dendam mkin menjadi-jadi

  18. nugroho says:

    Wes komennya gak usah panjang2 yg aku tau palestina dan israel tidak bisa akur sampek hari kiamat karena memang sudah musuhan dari jaman para nabi :D

Beri komentar


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>