Hohoho, judulnya hiperbola banget ya. Enggak tenggelam sih, cuman banjir aja. Beberapa hari ini kota Surabaya diguyur hujan terus. Beberapa daerah ada yang sampai banjir, dan beberapa daerah lagi ada yang sampai banjir banget
. Saya yang ada beberapa keperluan terpaksa harus keluar rumah. Dari daerah kampus Ubaya, ke daerah semolowaru, kemudian ke daerah pondok tjandra … semuanya banjir. Saya pernah dengar entah dari siapa (lupa) kalau Surabaya letaknya dibawah permukaan air laut
. Entah bener atau engga …
Btw, ini pertama kalinya saya merasakan naik motor terus mengalami banjir selutut seperti yang di TV-TV. Terus dengan sekuat tenaga dibarengi doa berusaha agar motor enggak sampai mogok. Seru banget .. tapi kalau keseringan ya jadi kesel juga.
Dari ketiga daerah yang saya kunjungi, yang paling parah tentu saja daerah tempat saya ngekost. Yup betul, kawasan Ubaya ternyata adalah kawasan rawan banjir. Eh, salah … mungkin lebih tepat kawasan pasti banjir. Entah kenapa, padahal sepertinya kawasannya termasuk banjir-proof
, tapi kenapa setiap ada hujan, gak peduli hujan biasa atau hujan lebat … pasti banjir. Kawasan yang terlihat keren mendadak berubah menjadi seperti kawasan kumuh
.
Eits, ada suatu hal yang baru saya sadari. Kawasan yang terdapat banyak rumah-rumah keren (kata orang kawasan elit) kebanyakan banjir. Masa? Iya. Misal aja perumahan di deket plaza marina, banjir .. trus perumahan yang saya nggak tau namanya (kemarin2x sekedar lewat) juga banjir, dimana di perumahan tersebut banyak rumah keren2x. Mungkin enggak semua, tapi yang saya lihat ya banjir.
Kenapa? Entahlah. Got sudah ada, bahkan udah ada sungai/kali yang besar-besar. Tapi kenapa masih banjir ya? Menurut pengamatan saya (gak tahu kalau menurut roy suryo
) ini karena perumahan dengan rumah yang keren-keren itu enggak ada tanah, atau jarang ada tanah. Semuanya dipavinglah, disemenlah. Jadi tidak ada .. apa itu istilahnya? … daerah resapan air kalo enggak salah.
Penghuni rumah yang keren-keren tersebut biasanya merasa enggak keren kalau didalam rumah mereka itu ada bagian dimana tanah masih terlihat. Jadi pekarangannya semuanya disemen/dipaving. Air hujan tinggal dialirin ke got, dimana air got kemudian ke sungai. Kalau semuanya seperti itu, sungai kan enggak sanggup menampung, akhirnya airnya meluap deh. Tapi ada juga yang masih pintar untuk menyisakan ruang dimana terdapat tanah, yang kemudian ditanami rumput.
Entahlah apa yang salah memang penghuninya atau arsitek rumah mereka. Tapi kalau dipikir, masa ada sih arsitek yang punya ide untuk menutup semua pekarangan dengan beton? rasanya sih gak mungkin ada yang bertindak bodoh seperti itu, mereka pasti akan menyarankan agar rumah ada daerah resapan air. Bukankah lebih keren kalau pekarangan ada tanah terus diisi rumput? terus baru disemen di daerah yang kira2x akan dipijak oleh kaki (saya sulit mengungkapkannya nih).
Satu hal yang patut diwaspadai. Musim hujan begini waspadalah terhadap demam berdarah. Mungkin sekarang bukan musim demam berdarah, saya bilang bukan lagi musim karena jarang di TV ada berita tentang demar berdarah belakangan ini (perkataan dari orang yang jarang nonton TV
). Tapi sewaktu saya ingin menekan tombol publish, tiba-tiba muncul di nyamuk penyebar demar berdarah di monitor laptop saya. Seolah-olah berkata “Hai, ketemu lagi … “, ugh jangan sampai saya opname karena deman berdarah lagi.
No related posts.
wah ternyata gak cuma jakarta .. semoga cepet surut ya
klo di jkt sih dah saban hari kek gitu,hehehe.
berita DB udah mulai marak ni
Gabung sekarang juga di KitaBlogger.com komunitas blogger indonesia ^_^
Salam Kenal
Iya tuh kemarin aku pulang kerja dari rungkut juga kena Banjir setengah roda motor…tapi alkamdulliah motor lancar ngak mogok…tambah info kalau kota Surabaya itu geografisnya di atas permukaan laut, jadi banjir yang terjdi karena kita membuah sampah sembarangan…waktu hujan got-got pada ke sumbat akhirnya banjir…bener kali yeeee?
banjir dimana2 ya… jkt juga… jadi males kemana2 neh…. takut tenggelam..
wah..tryt ujan rata ya dimana2.. di pamulang ( tangerang, banten ) juga gt T_T ujan mulu..mana naek mtr..basah2an dah..
banjir terjadi dimana mana.. bukti tidak ada tata kota yang baik
masalahnya duit lebih dirasa lebih penting daripada yang lainnya.. Rencana tata kota tiap kota sebenarnya bagus2 banget…tapi ya itu…tinggal rencana…bisa dinego asal ada uang nego…
Bagi info soal daerah banjir rawan banjir di surabaya dong.. Makasih banyak ya blognya
Oh ya kalo boleh disend ke email krn jrg buka blog.. @hapendi82@gmail.com
Thanks before
tau gak kenapa rumah mewah ditutup paving semua,,,,,ya maleslah kalo ada tanahnya,,, kalo hujan,,, khan becekkkk,,,, gak ada ojek,,,,,,,,jd kotor semua deh,,, benernya bukan itu alasannya,,,,,,luar negeri aja jarang ada tanah tp gk banjir2 jg,,, itu terdapat pada kontruksi awal suatu daerah kita,,,atau negara kita,,,,jelas semuanya??????? sebelum membangun suatu tempat,,,ada baiknya kalo kita membuat gorong2 segede trowongan di bawah kita,,, spt tempat tinggal gw skarang,,,,,,semua air akan jatuh kesana,,,,,,tidak perlu khawatir banjir,,,,maka,,,,,,,majulah negaraku,,,,mskpun gw tdk tingal d negaraku,,,,
wah bos, klo diluar negeri kan memang sistem got bawah tanahnya sudah maju. Klo cuma 1 rumah saja yang buat gorong-gorong rasanya percuma, tetep saja gorong2x segede apapun gak akan cukup untuk menampung semua air dr langit. Kalaupun mau disosialisasikan untuk buat gorong-gorong, apa iya mau karena itu sama artinya dengan tambahan biaya.
maksudnya daerah itu suatu tempat bukan tiap rumah gmn se kalau baca