Sekedar keluh kesah

Sebenarnya ada yang ingin saya tulis di blog ini dari dulu, tapi karena malas (dan rasanya tidak terlalu penting) akhirnya nggak sempat nulis. Tentang cerita adik perempuan saya yang beli laptop tapi kurang dari 24 jam sudah ada kerusakan (monitor retak). Garansi? jelas produknya masih garansi, belinya saja di toko yang bersertifikat. Tapi sewaktu adik saya nagih janji garansi malah ujung-ujungnya disuruh mengeluarkan biaya sendiri.

Kemudian adik saya mengadu sama saya. Saya tanya dulu apa laptopnya sempet jatuh atau apa. Adik saya jawab tidak ada, karena begitu sampai kontrakan (setelah dari toko di-install OS dan aplikasi) laptop tersebut langsung ditaruh diatas meja dan adik saya melanjutkan kegiatan lainnya. Cukup banyak yang saya tanyakan sebelum saya berani nagih janji garansi ke toko tempat beli laptop. Setelah informasi dari adik rasanya sudah cukup, baru saya pergi ke Toko dimana adik saya beli laptop. Toko yang bernama Branded Store yang berada di Hi-Tech Mall Surabaya.

Saya minta garansi karena laptopnya memang masih garansi bahkan belum sempat dipakai. Kira-kira begini isi percakapan saya dengan bung Ashuri (yang ternyata cuma marketing)

Saya : Pak ini kan laptopnya rusak (rusak monitornya retak) karena masih garansi saya tagih garansinya pak.

Ashuri: Oh ini yang kemarin itu ya. Begini pak, karena rusaknya fisik (hardware) maka tidak garansi. Kalau software baru garansi.

Saya : Siapa bilang hardware rusak tidak garansi pak?

Ashuri : Ini ada di surat keterangannya.

Saya : Surat keterangan apa, adik saya tidak dapat.

Ashuri : Oh tidak dapat, ini saya berikan surat keterangannya.

Saya : Buat apa dikasi sekarang setelah rusak seperti ini. Seharusnya sewaktu menjual dong diberikan.

Ashuri : tapi kerusakan ini kan setelah laptopnya dibawa keluar dari toko. Kalau sudah dibawa keluar dari toko bukan tanggung jawab kami. Bisa saja pembeli yang merusakkan tanpa sengaja.

Saya : Terus apa gunanya garansi pak? Apa artinya dapat surat garansi seperti ini?

Adik saya : Pak, saya dari toko trus pulang. Sampai kontrakan saya buka laptop masih keadaan baik-baik saja. Mau saya pakai tapi karena baterainya sudah low akhirnya saya charge diatas meja. Trus tiba-tiba paginya sudah ada retak seperti itu. Lagian masa saya ngerusakin laptop yang baru dibeli sih.

Ashuri : ya ini memang garansi, tapi tidak untuk hardware. Mungkin adik naruhnya di tempat yang rawan benda-benda yang dapat merusakkan monitor.

(blah, blah, blah)

Cukup lama juga ngobrolnya sampai saya mulai bernada emosi

Saya : Ya udah pak, gini aja dah, tolong duit saya dibalikkan saja. Barang juga akan saya balikkan.. Gak usah dibalikkan 100%, 80% aja dah.

Ashuri : Loh, tidak bisa pak. Barang yang sudah rusak tidak bisa ditukarkan lagi. Kami tidak mau menerima barang rusak.

Saya : (emosi) DAN SAYA JUGA GAK MAU BELI BARANG RUSAK ATAUPUN CACAT

Ashuri : Ya sudah, ini laptopnya saya terima dulu, akan kami usahakan untuk bisa diperbaiki.

Saya : Terima kasih pak

Kemudian, setelah satu minggu saya tanyakan lagi. Eh si pak Ashuri ini ngomong lagi kalau hardware tidak garansi. Akhirnya saya sadar kalau si Ashuri ini cuma marketing saja. Percuma ngomong sama dia, akhirnya saya ambil barang. Saya telpun service center HP. Dijawab lembut saya sama mbak yang namanya Tika. Saya ceritakan kronologi kejadian. Dia bilang kalau prioritas garansi malahan hardware. Mungkin itu rusak akibat dari tokonya. Bawa saja ke service center.

Akhirnya adik saya membawa laptopnya ke service center HP. Eeeh,  sampai disana malah dijelasin harga ganti monitornya. Bah, apa-apaan ini. Katanya kalau monitor rusak harus diganti dan biayanya 4juta. Duh kayak beli laptop baru aja. Dan garansinya tidak menangani hal-hal seperti ini. Waduh, kecewa berat dah.

Bingung, kesal, dan marah. Temen yang kebetulan polisi mau bantuin kalau memang perlu urusan ke polisi. Tapi Ibu malah bilang gak usa. Katanya kasihan adik saya karena jadi stress banget mikirin laptopnya yang baru dibeli malah tidak bisa dipakai sama sekali. Ntar pake acara polisi segala malah dipikirin terus. Akhirnya laptopnya dibiarkan begitu saja. Sambil menabung lagi untuk memperbaiki kerusakannya.

Sempet juga update status di Facebook yang menyatakan kekesalan saya sama merek HP dan toko Branded Store (ternyata banyak juga kasusnya ni branded store di search engine). Banyak juga temen yang pake merek HP dan baik-baik saja.

Bahkan ada yang laptopnya rusak dikit langsung diganti kata CSnya. Rusak sedikit langsung diganti? ini yang laptopnya rusak parah malah gak mau diganti. Akhirnya saya mikir jangan-jangan temen saya juga sepertinya ditipu dibilang komponen yg rusak langsung diganti padahal cuma diperbaiki. Supaya temen saya jadi seneng. Kalaupun beneran diganti, pastinya diganti dari komponen rusak yang sudah diperbaiki. Jadi intinya tetep aja dapet komponen rusak. Saya sadar bahwa jangan pernah percaya kalau CS bilang komponen langsung kami ganti :) bener-bener bullshit. Gak ada service center yang mau ganti dengan komponen baru. Paling diganti dengan komponen rusak yang sudah dibenerin dikit-dikit.

Mungkin merek HP bagus, mungkin tokonya yang memang Brengsek (walaupun ada logo HP certified), entahlah. Tapi yang pasti saya gak akan beli laptop yang mereknya HP. Akan tampak seperti orang bodoh kalau sampai saya beli lagi laptop merek HP. Walaupun nanti saya beli laptop terus rusak lagi, paling gak mereknya bukan HP.

Ada lagi laptop Sony Vaio saya yang umurnya ada kira-kira 4 tahun-an akhirnya rusak juga (dilihat dari fisiknya rasanya wajar sudah mulai rusak). Yang rusak kipas prosesornya, saya bawa ke service center di Denpasar harus ganti. Setelah bawa ke Surabaya, ternyata bisa cuma diperbaiki.

Akhir kata, membeli laptop itu memang susah-susah gampang. Saran saya, kalau beli laptop:

  • Jangan beli yang mahal. Laptop umurnya kira2x cuma sampai 5 tahun saja, setelah itu rasanya sudah harus masuk musium. Bukan karena rusak, tapi karena perkembangan teknologi, dulu laptop vaio specnya udah keren, tapi sekarang spec segitu udah pasaran.
  • Jangan memberikan pelindung monitor. Tanpa diberi perlindungan pun monitor tetap aman. Kalau alasan memberikan pelindung monitor adalah supaya tidak berdebu, toh nanti yang berdebu pelindung monitornya. Ujung2xnya bersihin pelindungnya juga. Mending langsung bersihin monitornya. Memberi pelindung monitor berisiko merusakkan monitor laptop (analisa pertama kasus rusaknya monitor laptop adik saya). Karena cairan yang dipakai dipakai untuk menempelkan pelindung ke monitor bisa merusak monitor (kata kakek di tempat service vaio).
  • Jangan langsung tergiur oleh specnya. Bisa saja sama-sama RAM 2GB tapi merek RAMnya berbeda. Merek juga mempengaruhi lho. Dan kalau beli laptop nggak pernah ditulis kan merek komponennya apa. Iya sih latopnya merek (misal) HP, tapi apa RAMnya merek HP ? kan engga (mana ada RAM merek HP).
  • Menurut saya budget 7 juta udah dapet laptop yang keren (non OS) jadi kalau mau beli laptop gak usah sampe yang harganya lebih dari 7 juta, kecuali kalau memang alasan belinya adalah gengsi ya beli yang paling mahal.
  • Pastikan Garansinya !

Udah sekian saja, pesan terakhir dari saya, hati-hati saja belanja di Branded Store Hi-Tech Mall. Dulu saya search banyak review tidak enaknya.

64 thoughts on “Sekedar keluh kesah

  1. sy punya netbook merk HP…sudah 4 tahun yg rusak adalah keyboardnya….untuk tombol shift tidak bisa digunakan…dan itu dialami oleh SEMUA temen kantor yg pakai netbook HPdi atas 1,5 tahun penggunaan….sy ga tau kalo merk lain yah, tp bisa dianalisa kalau netbook HP lemah di tombol2 keyboard yg gampang rusak / tdk berfungsi……

  2. saya pakai acer 4710 sudah empat tahun..alhamdulillah baik2 aja gan..
    kesimpulan, semua brand apapun ..kalau kita makainya benar, maka akan awet…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>