Cita-citaku?

Sedari kecil kita sudah ditanyai kalau besar nanti cita-citanya ingin menjadi apa. Ada yang ingin jadi dokter, pilot, dan lain-lain. Setelah mulai dewasa, kira mulai melangkah untuk menggapai cita-cita. Ada yang yang sedang berada pada jalan yang tepat untuk meraih cita-citanya, ada yang pindah cita-cita karena tidak yakin akan bisa mencapai cita-citanya sewaktu kecil.

Kenapa tidak yakin akan bisa mencapai cita-citanya sewaktu kecil? bukankah semakin dewasa seharusnya kita semakin pintar daripada waktu kecil dulu? atau semakin dewasa kita mulai mengerti bahwa cita-cita itu merupakan hal yang mustahil untuk dicapai? atau karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung.

Berbicara soal cita-cita, dulu waktu kecil cita-cita saya adalah menjadi seorang arsitek karena ayah saya seorang arsitek. Sewaktu SMP semakin tertarik dengan yang namanya arsitektur. Akan tetapi sewaktu SMA, akhirnya menemukan mainan baru yang namanya komputer. Dulu masih belum punya komputer sendiri, masih main di warnet atau numpang di kantor ayah. Sampai akhirnya memutuskan untuk kuliah komputer.

Sampai sekarang sudah lulus dan bekerja di bidang komputer, dan mulai tertarik memdengar bahasan motivasi. Tiba-tiba saya menjadi berpikir untuk mempertinggi level cita-cita saya. Apakah dari programmer menjadi system expert? atau menjadi IT consultant? atau apa? bukan.

Cita-cita saya sekarang adalah untuk bisa menjadi orang yang namanya selalu dikenang walaupun orangnya sudah tidak ada. Bukan karena apa-apa, tapi karena saya takut dilupakan saja setelah tidak ada, saya paling takut yang namanya kematian. Hal yang paling buruk dari kematian adalah kita tidak bisa lagi melihat seperti apa dunia setelahnya.

Profesi apa yang sebaiknya saya tempuh? menjadi pahlawan nasional? hmm, sepertinya tidak. Soedirman saja kalau bukan dijadikan nama jalan mungkin tidak ada ingat sama Beliau. Menjadi penjahat? kasian keturunanku nanti. Jadi artis? paling hanya diingat sebentar saja. Lalu harus ambil profesi apa? entahlah, kalau mungkin ada yang punya ide bagus boleh dishare disini :)

131 thoughts on “Cita-citaku?

  1. Saya belum memiliki cita cita hingga kini, saya hanya berjalan mengikuti alur kehidupan… semoga cita cit anda tercapai dan saya menemukan apa sebenarnya cita cita saya.

  2. Menjadi guru, dosen atau instruktur, atau nara sumber dibidang komputer sesuai bidang anda… kemungkinan besar akan selalu diingat oleh banyak orang… Amin :) Segera tentukan goalnya, strategi mencapainya, dan “just do it…” :)

  3. buat buku yang bermanfaat om… atau
    jadi orang kaya banget yang dermawan, terus bikin mesjid megah, yang nama salah satu pintunya pakai nama sampeyan.

  4. kalo ibu guru cantik yang nanya: apa cita citamu?
    ane jawab: cita-citaku ingin cepet jd dewasa….
    ibu guru:lgo kenapa gitu…?entar kamu kan dewasa
    ane:iya bu..tp ane ingin cepet agar kalo dewasa kan bisa memacari ibu guru hehehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>