Setiap kali aku Ujian di Lab. Kemungkinan besar nilainya pasti jelek. Awal petaka ini dimulai sewaktu semester 5. Saat ujian Pemrograman Visual II. Saat keluar dari Lab aku keluar dengan senyum sumringah karena tak satupun jawaban yang aku lewatkan. Semua bisa aku kerjakan dengan sempurna, bahkan masih ada waktu untuk testing hasil pekerjaanku. Tapi nilainya apa ? 60. Ya, Enam puluh. Kalo aku boleh berkata kasar, mungkin aku akan mengeluarkan kata KEPARAT buat yang memberikan aku nilai segitu. Duh, benar2x mengecewakan. Aku tidak bisa protes nilai karena nilainya keluar setelah batas waktu perubahan nilai dosen keluar.

Mau tau yang lebih parah ? Kemarin sewaktu UTS Pemrograman Web. Keluar dengan senyum sumringah kalau nilai 100 ditangan karena tak satupun yang aku lewatin. Semua bisa aku kerjain sesuai dengan yang diminta. Tapia pa hasilnya ? 60. Lucu khan. Kalo boleh aku berkata kasar, mungkin aku akan bilang kada BEDEBAH untuk yang memeri nilai sekian. Tapi tau apa yang lebih BEDEBAH dan KEPARAT disbanding yang member nilai jelek tadi ? LABORATORIUMnya. Yup, Laboratoriumnya. Kenapa ? Jelas2x temenku yang udah master web sudah mengkopi fle2xnya ke server trus dosennya bilang filnya kosong. Duh ? Yang bodo disini siapa ? Mahasiswa ? GAK MUNGKIN, kita udah semester 6 dan bukan hal yang sulit untuk sekedar Copy – Paste. Lupa ? GAK MUNGKIN. Karena semua mahasiswa sudah ngeCek apa file sudah di server sebelum keluar. Dosen ? Gak mungkin juga. Masa dosen gak bisa lihat File. So ? Kayaknya Jaringan labnya. Mungkin saat file di kopi dari lab ke server terjadi error sehingga file tidak sepenuhnya terkopi. So Kata KEPARAT, BEDEBAH, mungkin tepat. Plus beberapa kata makian lagi. Yaitu, BRENGSEK, JANCUK, ASU. Dan masih banyak kata yg lainnya.

Memang kita belajar bukan untuk sekolah tapi untuk kehidupan. Tapi kalau nilaiku kita di sekolah buruk tentu akan sulit untuk mencari pekerjaan dan nantinya akan mempengaruhi kehidupan kita kan ? Walau lain halnya kalau kita berwirausaha.