Permana Jayanta

Web Developer

Google Chrome versi 2

Kemarin sempet lihat di feed bahwa web browser dari Google yang namanya Chrome sudah ada versi 2.0. Begitu selesai baca, langsung aja saya update versi Google Chrome ke versi 2. Selain karena updatenya mudah (tinggal klik icon tang di kanan atas trus pilih About Google Chrome), saya juga memang ingin mencoba fitur dan pembaruan yang dilakukan oleh developernya Google Chrome.

Pada versi yang terbaru ini, hal yang paling mencolok adalah pada soal speed. Google Chrome mengeksekusi halaman web jauh lebih cepat daripada sebelumnya (ya tergantung koneksi Internet juga sih). Tapi yang lebih terasa lagi, kalau kalian membuka halaman web yang berisi banyak script-script javascript, maka Google Chrome akan mengeksekusinya jauh lebih cepat daripada Firefox (browser favorit saya).

Mungkin karena Chrome menggunakan V8 Javascript Engine untuk keperluan pemrosesan kode javascript. Entah apa maksudnya tapi sepertinya itu adalah teknologi terbaru untuk urusan menterjemahkan kode javascript.

Hal lainnya adalah adanya penambahan fitur auto-fill form dan fullscreen. Dengan ini, gak usah lagi repot-repot ngetik alamat email kalau mau kasi komen karena tinggal tekan tab aja pas alamat email muncul. Trus adanya fitur fullscreen. Sebenernya sih kurang bermanfaat buat saya, soalnya cukup dengan me-maximize ukuran jendela Chrome sudah tampak seperti fullscreen.

Beberapa alasan untuk pindah ke Chrome:

Chrome ternyata ada fitur Inspect element. Fitur yang mirip dengan Firebug di Firefox (Firebug adalah salah satu alasan saya suka pakai Firefox). Fitur ini sangat penting bagi yang suka mendesain halaman web. Dan fitur Inspect elemennya Chrome ternyata lumayan keren. Bisa tahu dengan detail berapa lama waktu yang diperlukan untuk memproses suatu elemen pada sebuah halaman web.

Beberapa alasan ragu pindah ke Chrome:

Belum ada extensionnya. Memang sih bisa ditambahkan klo memakai versi dev buildnya Chrome. Klo gak salah pakai Greasemonkey script (nah lho, apalagi itu). Tapi karena supportnya belum built-in ya jadi kadang-kadang masih pakai Firefox. Beberapa plugin yang harus ada di Chrome:

  • SEOQuake. Untuk urusan ngecek pagerank, dan berbagai hal yang berhubungan dengan SEO. Salah satu kegunaan SEOQuake adalah Cara mendapatkan banyak backlink dofollow.
  • AdBlock Plus. Ini untuk ngeblock iklan adsense supaya gak sengaja kita klik, lebih parah lagi klo ngeklik iklan sendiri. Pokoknya supaya bisa Browsing nyaman tanpa iklan.
  • Firebug. Memang sudah ada fitur Inspect elemen di Chrome, tapi berhubung banyak sekali plugin yang dibangun diatas Firebug, jadi rasanya Firebug itu harus ada juga di Chrome.

Sampai saat ini sih saya pakai Chrome, soalnya aplikasinya ringan dan cepat. Kalau untuk urusan cari-cari backlink masih pakai Firefox karena dilengkapi dengan berbagai plugin. Adakah yang sudah menjadikan Chrome sebagai default browser ?

13 Comments

  1. yup plugin buat chrome masih terbatas, di firefox byk extension nya .. ayo maju terus chrome !!

  2. saya ikutan upgrade ah.. 😀

  3. wah..setuju tuh om…kadang browser yang bagus2 gitu banyak yg belum kompatibel sama plug-ins dan semacamnya…saya make opera 10 ga bisa make google toolbar…bt bgt…haha

  4. I just installed Firefox 2.0, the google toolbars default page goes to the ‘Firefox… Options – that on the right hand side of the bar.

  5. wah gak pernah memperhatiin firebug, apaan ya itu ?

  6. Sejak coba Chrome pertama kali, saya langsung jatuh cinta. Sudah di set ke dafault browser nih 🙂

  7. wah……….makasih artikelnya bantu bgt deh

  8. kok aku kalau jalanin facebook kadang chrome nge hank ya….

  9. Chrome, saya udah tes, lumayan 🙂 Tapi, teteup, FF nomer satu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019 Permana Jayanta

Theme by Anders NorenUp ↑